 |
| alat musik angklung yang berasal dari tanah sunda |
Angklung adalah
alat musik terbuat dari dua tabung bambu yang ditancapkan pada sebuah bingkai
yg juga terbuat dari bambu. Angklung berasal dari sunda (Jawa Barat), dimainkan
dengan cara digoyang-goyangkan dibutuhkan setidaknya 3 atau lebih pemain
angklung dalam satu ensembel, untuk menghasilkan melodi dan nada yang lengkap.
Kata angklung
berasal dari dua kata “angka” dan “lung” angka berarti “nada” dan lung berarti
“putus” atau “hilang” dengan demikian arti keseluruhan adalah “Nada yang
terputus”. Alat musik ini kabarnya telah populer di kawasan Asia Tenggara,
negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam kabarnya sudah
memainkannya.
Angklung tertua
yang masih ada sampai kini adalah Angklung Gubrag. Angklung ini dibuat pada
abad ke-17 di Jasinga,Bogor. Pada saat ini, beberapa jenis angklung masih
tersimpan di museum Sri Baduga, Bandung. Pada tanggal 18 November 2010 lembaga
kebudayaan ‘UNESCO’ menetapkan angklung sebagai karya budaya takbenda dan
warisan budaya dunia, dan semenjak itu UNESCO menyarankan kepada seluruh
masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjaga dan melestarikan karya dan
warisan budayanya.
 |
| logo saung angklung mang udjo |
 |
| pertunjukkan angklung dan musik tradisional lainnya |
 |
| para anak-anak memainkan angklung |
Bukan bermaksud
promosi tapi sekedar info, di Indonesia sendiri masih ada cagarnya angklung
tepatnya di Jl. Padasuka No. 118 Bandung,Jawa Barat nama tempatnya adalah
‘SAUNG ANGKLUNG MANG UDJO’. Merupakan tempat pertunjukan dan pusat kerajinan
tangan khas budaya sunda, tempat wisata ini cocok sekali jika anda ingin
mengenal lebih dalam budaya Indonesia khususnya sunda. Di dalam sini anda bisa
melihat pertunjukan tari-tarian sunda, teater rakyat, hingga memainkan angklung
bersama-sama.
 |
| tidak hanya musik angklung tetapi ada juga pertunjukkan wayang tradisional khas sunda
ada juga seni teater yang bergabung menjadi pawai |
Semoga kedepannya
angklung dapat diakui dunia sebagai salah satu alat musik tradisional yang
patut di jajarkan dengan alat tradsional dari negara-negara maju, harapan saya
semoga dapat dilihat dan didengar oleh permerintah Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar